Slide Foto ke 1

Pintu Masuk Perum Giri Asri

Slide Foto ke 2

Persipan lomba paduan suara di Kec. Kebomas

Slide Foto ke 3

Peserta lomba foto bareng bersama Bapak\Ibu RW II dan Pegawai Kelurahan Ngargosari

Slide Foto ke 4

Menunggu Antrian lomba

Slide Foto ke 5

Penampilan ibu-ibu saat lomba paduan suara dan Alhamdulillah menperoleh juara I

Slide Foto ke 6

Pemilihan Ketua RT-3 Secara Langsung

TOKOH-TOKOH PENYEBAR AGAMA ISLAM DI INDONESIA

Berikut adalah beberapa tokoh – tokoh penyebar Agama Islam Di Indonesia

1. Maulana Malik Ibrahim, Beliau dari Gujarat dan menyebarkan agama Islam di sekitar Gresik, makam beliau terletak di Gresik

2. Sunan Ampel, Beliau mempunyai nama asli Raden Rahmat. Makam beliau di Ampel Surabaya

3. Sunan Bonang, Semula beliau bernama Mahdum Ibrahim dan menyebarkan agama Islam di sekitar wilayah Tuban, makam beliau terletak di Tuban.

4. Sunan Drajat, Nama aslinya Syarifudin adalah putra Raden Rahmad atau Sunan Ampel, Beliau menyebarkan agama Islam disekitar wilayah Drajat Lamongan. Makam beliau terletak di Lamongan

5. Sunan Giri, Nama aslinya Raden Paku. Beliau adalah putra dari Maulana Ishak putri Blambangan. Beliau murid Sunan Ampel. Beliau mendirikan pesantren di perbukitan Giri dan kerajaan Islam dengan gelar Raden Satmata. Makam beliau terletak di Gresik

6. Sunan Kalijaga, Nama aslinya adalah R.M Said. Beliau adalah putra dari Tumenggung Wilatikta, bupati Tuban. Beliau menyebarkan agama Islam dengan menggunakan kebudayaan masyarakat Jawa seperti gamelan atau wayang. Makam beliau di daerah Kadilangu Demak.

7. Sunan Kudus, Nama aslinya adalah Ja’far Sodiq. Beliau adalah putra dari R. Usman Haji atau Sunan Ngudung, Beliau merupakan seorang panglima perang kerajaan Demak. Makam beliau terletak di Kudus.

8. Sunan Muria, Nama aslinya adalah R. Umar Said. Beliau adalah putra dari Sunan Kalijaga. Beliau mendirikan pesantren dilereng gunung Muria dan menyebarkan agama Islam kepada para penduduk sekitar gunung Muria. Makam beliau di gunung Muria.

9. Sunan Gunung Jati, Nama aslinya Syarif Hidayatullah. Beliau menyebarkan agama Islam di daerah Jawa Barat dan makam beliau terletak di Gunung Jati Cirebon.
Selain Wali sembilan tersebut sebenarnya masih banyak wali-wali atau penyebar atau mubaligh Islam yang lain, tetapi tidak begitu dikenal oleh masyarakat luas seperti Sunan Tembayat, Sunan Ngudung, Sunan Geseng, Syekh Maulana

ASAL USUL DAN CARA AGAMA ISLAM MASUK KE INDONESIA

Asal usul masuk ke Indonesia
- Pendapat yang paling berkembang luas bahwa Islam yang datang ke Indonesia berasal dari anak benua India (Gujarat).
- Sedangkan pendapat baru yang terus berkembang menyebutkan Islam datang ke Indonesia langsung dari kawasan Arab.
- Ada juga pendapat yang menyebutkan Islam datang dari cina dan Persia.
- Dalam perkembangan berikutnya, Islam datang dari berbagai kawasan penyebaran Islam yang ada di jalur bisnis internasional waktu itu.
(Persia, India, maupun Cina)

Cara Penyebarannya
Cara dagang
Para pedagang asing yang beragama Islam banyak mengunjungi pelabuhan – pelabuhan Indonesia sehingga di wilayah pantai ini pertama kali ditemukan adanya perkampungan Islam.
Cara perkawinan
Para pedagang Islam dari Persia, Gujarat dan Arab banyak menikah dengan wanita Indonesia terutama putri – putri dari kalangan bangsawan atau putri – putri raja.
Cara pendidikan pesantren
Pendidikan Islam melalui pondok pesantren dipimpin oleh para ulama.
Cara Dakwah
Penyebaran Islam melalui dakwah dilakukan oleh para wali, ulama, mubalig.
Cara kesenian
Pada penyebaran agama Islam dilakukan melalui kesenian dan kebudayaan masyarakat setempat.
Kebudayaan asli Indonesia ini kemudian bercampur dengan Agama Islam.

MASUKNYA AGAMA ISLAM KE INDONESIA

Ada beberapa pendapat yang menyebutkan tentang waktu kedatangan Islam ke Indonesia. Untuk lebih mudah memahami dan mengenal waktu kedatangan Islam ke Indonesia maka pendapat-pendapat tersebut dapat kita kelompokkan sebagai berikut :
Abad ke 13 : Sarjana-sarjana Barat berpendapat bahwa Islam masuk ke kawasan nusantara melalui pantai timur Aceh sekitar abad ke 13. Hal ini didasarkan pada angka tahun yang tertera di nisan Sultan Malik Al-Saleh (Sultan I Kerajaaan Samodra Pasai) dan catatan perjalanan Marco Polo serta Ibnu Batutah.
Abad ke 11 : Ada juga pendapat yang menyebutkan Islam masuk ke nusantara abad ke 11, hal ini dibuktikan dengan adanya angka tahun yang tertera pada makam seorang muslimah yang bernama Fatimah binti Maemoon di Leran, Gresik Jawa Timur yaitu 475 Hijrah atau 1082 Masehi. Dengan demikian Islam telah datang ke kawasan itu pada abad ke 11.
Abad ke 7 – 8 : Beberapa waktu terakhir berkembang pendapat baru bahwa Islam telah datang dan berkembang di kawasan nusantara pada sekitar abad ke 7 – 8 Masehi atau abad ke 1. Hal ini didasarkan pada kenyataan histories bahwa kawasan dan masyarakat nusantara telah menjalin perdangan dengan negeri-negeri India, Cina, Yunani dan juga Arab (khususnya Persia) pada awal abad masehi. Di jaman Saza sekitar abad ke 3 orang-orang Persia sudah masuk dikawasan nusantara demikian juga India, Cina dan Yunani untuk mencari rempah-rempah.Penyebaran Islam semakin meluas lagi setelah 3 atau 4 abad kemudian dan semakin intensif lagi setelah terbuntuknya kerajaan Islam.