Slide Foto ke 1

Pintu Masuk Perum Giri Asri

Slide Foto ke 2

Persipan lomba paduan suara di Kec. Kebomas

Slide Foto ke 3

Peserta lomba foto bareng bersama Bapak\Ibu RW II dan Pegawai Kelurahan Ngargosari

Slide Foto ke 4

Menunggu Antrian lomba

Slide Foto ke 5

Penampilan ibu-ibu saat lomba paduan suara dan Alhamdulillah menperoleh juara I

Slide Foto ke 6

Pemilihan Ketua RT-3 Secara Langsung

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H


Gema takbir telah berkumandang tanda hari kemenangan telah tiba.

Tak selamanya mata memandang dengan ramah, hati menilai dengan jernih, dan mulut bicara dengan santun.

Kesempurnaan hanya milik ALLAH SWT semata, manusia kadang, lupa, ingkar & dosa.

Dengan segala kerendahan hati dihari yang yg Fitri ini, izinkanlah kami memohon maaf lahir dan batin atas segala laku dan tutur kata yang kurang berkenan di hati.

Taqaballah mina waminkum, taqaballah ya kariim.

Semoga kalian semua selalu diberi keberkahan oleh ALLAH SWT.
Sekali lagi kami ucapkan mohon maaf lahir dan batin.

MAKAM SUNAN GIRI

Sunan Giri dimasa mudanya bernama Joko Samodro, Juga raden Paku, kemudian diberi julukan oleh Raden Rakhmad dan karena keistimewaannya yang dimiliki oleh Raden Rakhmad, Oleh sunan ampel diberi nama ainul yakin yang selanjutnya setelah dinobatkan sebagai kepala pemerintahan islam di jawa bergelar prabu satmoto adalah putra dari syeh maulana malik ishaq dengan putri raja blambangan dewi sekar dadu. Sunan giri salah satu wali songo yang juga menyebarkan agama islam di tanah jawa, wafat tahun 1428 saka atau 1506 masehi. Makam sunan giri terletak di desa giri kecamatan kebomas kabupaten gresik, sekitar dua 2 km kearah selatan kota gresik. Komplek makam yang ada di puncak bukit giri berada ditengah-tengah makam keluarga dan masyarakat di kala itu. Fasiltas terdapat tempat parkir kendaraan peziarah secara khusus, dan di komplek makam terdapat fasilitas penunjang antara lain : masjid giri, dan lain-lain daya tarik wisata dan terdapat pada makam sunan giri antara lain : cungkup makam terbuat dari kayu jati asli, dindingnya terdiri dari panel tumbuh-tumbuhannya, sedangkan pintu cungkup terdapat kala makara yang distilir motif tumbuh-tumbuhan. Masih banyak lagi motif arkeology peninggalan pada masa awal agama islam, misalnya gapura pintu masuk makam terbuat dari batu berkepala naga raja.
Pendopo Agung Sunan Giri
Makam Sunan Giri

Bangunan cungkup para wali itu seragam. Bentuknya Joglo dengan pintu rendah. Tujuannya agar yang masuk harus membungkukan badan sebagai tanda hormat kepada yang meninggal.

Gapura menuju makam Sunan Giri
berbentuk Candi Bentar

PENINGGALAN ISLAM DI INDONESIA

Banyak peninggalan sejarah Islam dan perkembangannya seperti peninggalan kerajaan-kerajaan yang becorak Islam, kebudayaan yang bernafaskan Islam atau perpaduan kebudayaan atau corak kehidupan sebelum pengaruh Islam dengan budaya Islam. Hal ini dapat dilihat dari berbagai bentuk bangunan seperti masjid atau makam, seni seperti seni ukir, kesusastraan dan politik pemerintahan.
Pengaruh dalam bidang politik dan pemerintahaan dapat dilihat dalam pertumbuhan Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia.

Dibawah ini ada beberapa contoh peninggalan Islam dalam bentuk Bangunan :

Ø Masjid, banyak masjid-masjid kuno peninggalan Islam yang memiliki corak khusus seperti : Masjid Demak, masjid Kudus, masjid di Aceh dll.

Ø Kerajaan Islam : peninggalan kerajaan Islam seperti istana raja-raja Islam di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Jawa dll.

Ø Makam seorang wanita Islam bernama Fatimah binti Maemun di Leran, Manyar Gresik yang pada batu nisannya tertulis angka tahun 475 H ( 1082 M).

Ø Makam Sultan Malik A-Saleh yang terletak di Aceh. Beliau adalah raja Samudra Pasai pertama, batu nisannya tertulis angka 635 H ( 1297 M).

Ø Pemakaman Islam Kuno di Troloyo, Trowulan Mojokerto, Jawa Timur. Adanya pemakaman ini membuktikan di ibukota kerajaan Majapahit telah ada bangsawan keraton yang memeluk agama Islam pada masa pemerintahan Hayam Wuruk.